Penutupan KKN Dakwah Ke-2 Institut Nurul Islam Mojokerto: Wujud Pengabdian Berkelanjutan Untuk Masyarakat Dawarblandong

Mojokerto – Institut Nurul Islam Mojokerto secara resmi menutup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dakwah ke-2 Tahun 2026 yang telah berlangsung selama 30 hari di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Acara penutupan dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 29-30 Mei 2026 dengan penuh khidmat dan dihadiri langsung oleh Rektor Institut Nurul Islam Mojokerto, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., beserta jajaran fungsionaris institut, dosen pembimbing lapangan, kepala desa dan perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

KKN Dakwah ke-2 tahun ini melibatkan enam kelompok mahasiswa yang ditempatkan di enam desa, yaitu Desa Suru, Desa Bangeran, Desa Madureso, Desa Talunblandong, Desa Gunungsari, dan Desa Cinandang. Selama kurang lebih satu bulan, para mahasiswa melaksanakan berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga dirancang agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Nurul Islam Mojokerto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah desa dan masyarakat Kecamatan Dawarblandong yang telah menerima mahasiswa dengan baik serta mendukung seluruh rangkaian kegiatan KKN.

“KKN Dakwah merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Program yang dijalankan tidak boleh berhenti ketika KKN selesai, tetapi harus mampu menjadi gerakan yang terus berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M.

Program Unggulan dan Berkelanjutan di Setiap Desa

Selama pelaksanaan KKN, masing-masing kelompok mahasiswa berhasil menjalankan program kerja unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Desa Suru

Kelompok KKN Desa Suru menginisiasi.Program Fiqh Muamalah “Hukum Jual beli Bidang Pertanian dan Peternakan. Hal ini dilakukan supaya Masyarakat lebih aware atau berhati-hati dalam transaksi jual beli berlandaskan maqashid syariah

Desa Bangeran

Kelompok Desa Bnageran menginisiasi Program Ketahanan Pangan Keluarga melalui Pemanfaatan Daun Kelor menjadi Puding untuk anak-anak yang tidak suka sayur, hal ini diberikan pendampingan pembuatannya dan juga pemanfaatan kulit bawang dijadikan pupuk sehingga dapat membantu warga dalam mempercepat pertumbuhan tanaman pertanian di desa.

Desa Madureso

Kelompok Desa Madureso melaksanakan Program Penguatan Administrasi dan Digitalisasi Data Desa. Program ini meliputi pendampingan pengelolaan arsip dan data kependudukan secara lebih tertib sehingga dapat membantu pelayanan masyarakat yang lebih cepat dan efektif

Desa Talunblandong

Di Desa Talunblandong, mahasiswa. mengembangkan Gerakan Masjid Ramah Anak dan Remaja, berupa pembinaan rutin santri, pelatihan imam muda, serta pembentukan forum remaja masjid. Program ini bertujuan memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Desa Gunungsari

Di Desa Gunungsari, mahasiswa melaksanakan Program Pendampingan Sertifikasi Halal dan Digitalisasi UMKM Lokal. Para pelaku usaha diberikan edukasi mengenai proses sertifikasi halal, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta pemasaran digital melalui media sosial. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM desa secara berkelanjutan.

Desa Cinandang

Sebagai desa terakhir lokasi KKN, mahasiswa di Desa Cinandang melaksanakan Program Bank Sampah dan Edukasi Lingkungan. Melalui program ini masyarakat diajak untuk mengelola sampah secara produktif sehingga memiliki nilai ekonomis sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa. Melalui kerjasam dengan TPS3R program ini diharapkan bisa berlanjut terus meskipun KKN telah usai dilaksanakan

 Apresiasi Pemerintah Desa

Perwakilan kepala desa dari enam desa lokasi KKN menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusi mahasiswa Institut Nurul Islam Mojokerto. Program-program yang dijalankan dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta menjadi solusi terhadap berbagai kebutuhan desa. Mereka berharap kerja sama antara pemerintah desa dan Institut Nurul Islam Mojokerto dapat terus berlanjut melalui kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan pemberdayaan desa pada masa yang akan datang.

Acara penutupan ditandai dengan penyampaian laporan hasil kegiatan KKN oleh masing-masing koordinator desa, penyerahan kenang-kenangan kepada pemerintah desa, dan doa bersama. Dengan berakhirnya KKN Dakwah ke-2 ini, Institut Nurul Islam Mojokerto kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat dakwah, dan kemampuan memberdayakan masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadaban.

Related Posts

Institut Nurul Islam Mojokerto Lantik Pejabat Baru dalam Rapat Rutin Yayasan

Mojokerto — Institut Nurul Islam (INI) Mojokerto melaksanakan pelantikan pejabat baru yang dirangkaikan dengan rapatRead More

STAI Nurul Islam Mojokerto Resmi Beralih Status Menjadi Institut Nurul Islam

Mojokerto, 30 April 2026 | Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Islam Mojokerto resmi beralihRead More

Buka Prodi S2 PAI, STAI Nuris Mojokerto Kian Mantap Menuju Era Emas 2045

Mojokerto, 19 April 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Islam Mojokerto melaksanakan kegiatanRead More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *