Pandangan Penggunaan Vaksin dalam Kaidah Fikih dan Ushul Fikih
Main Article Content
Abstract
Permasalahan di berbagai negara yang menyangkut nyawa manusia beserta tumbuh kembangnya memerlukan penanganan khusus. Berbagai macam kasus yang melanda membuat pemerintah bersegera dalam melakukan berbagai macam upaya. Corona virus, beserta penyakit lain yang dapat menyerang tubuh manusia dengan mudah dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani, maka pemerintah di seluruh dunia yakin bahwa cara memutuskan mata rantai virus-virus tersebut adalah dengan menggunakan vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vaksin dalam pandangan kaidah fikih dan ushul fikih menggunakan metode kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan vaksin berdasarkan kaidah fikih dan ushul fikih diperbolehkan karena manfaatnya jauh lebih banyak daripada mafsadah atau kerusakannya.
Downloads
Metrics
Article Details
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License Terms
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
References
Al-Ghazali , Abu Hamid Muhammad. 2010. Al-Mustashfa Min ‘Ilm Ushûl. Kairo: al-Maktabah al-Taufiqiyyah.
Azam, Abdul Aziz, 2005, Al-Qawîd al-Fiqhiyyah, Kairo: Dâr al-Hadits.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah Tafsir Per Kata, (Bandung: Syamil Qur’an, 2010)
Firmansyah,Heri, Qawaid Fiqhiyyah Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Vol. 6, No. 2, Al-Qadh, 2019 h. 3-4.
Ibrahim bin Musa, al-Syathibi. 2004. Al-Muwâfaqât. Beirut : Dar al-kutub al-‟ilmiyyah.
Ibrahim, Duski. 2019. Al-Qawa`Id Al-Fiqhiyah (Kaidah-Kaidah Fiqih). Palembang: Noerfikri.
Khudari, Muhammad. 2003. Ushul Al-Fiqh, Kairo: Dar al-Hadits.
Makram, bin Muhammad. 1414 H. Lisân Al-‘Arab, Beirut: Dâr Sâdir.
Muiz Ali, Abdul. 2021. Telaah Vaksinasi: Dari Sejarah Hingga Hukumnya” https://mui.or.id/pojok-mui/29471/telaah-vaksinasi-dari-sejarah-hingga-hukumnya/, diakses pada tanggal 8 Oktober 2022.
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Radwan Siddik Turnip, Ibnu, Kehalalan Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Dalam Fatwa Mui Dan Implementasi Vaksinasinya Pada Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Tanjung Morawa, Deli Serdang (Perspektif Qawaidh Fiqhiyyah), Vol 9, No 01, Al-Mashlahah, 2021 h. 61.
Ridha, Rasyid. 1974, Tafsîr Al-Manâr, Dar al-Manar, Kairo, Juz.2
Syafi’i, Imam. 1939, Ar-Risalah, Pustaka Azzam
Syarifuddin, Amir. 2014. Ushul Fiqh 1. Jakarta: Kencana.
Yuslem, Nawir. 2007. Al-Burhan Fi Ushul Fiqh Kitab Induk Ushul Fikih, Bandung: Citapustaka Media
Zaidan, 2014. Al-Wajiz Fi Usul al-Fiqh
https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/171447/permenkes-no-18-tahun-2021 diakses pada tanggal 8 Oktober 2022.
https://mui.or.id/wp-content/uploads/2021/03/Fatwa-MUI-No-14-Tahun-2021-tentang-Hukum-Penggunaan-Vaksin-Covid-19-Produk-AstraZeneca-compressed.pdf diakses tanggal 9 Oktober 2022
Rakhmat Nur Hakim, "Menlu Retno: Presiden Sebut Ada 2 Perang, Melawan Covid-19 dan Pelemahan Ekonomi", https://nasional.kompas.com/read/2020/03/27/05345851/menlu-retno-presiden-sebut-ada-2-perang-melawan-covid-19-dan-pelemahan, diakses pada 10 Oktober 2022